Rekam Jejak Pendidikan dan Karir Jaksa Agung Terbaik Era Reformasi, ST Burhanuddin

JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin meraih Anugerah The Right Man on The Right Place dari sebagai “Jaksa Agung Terbaik Era Reformasi” dalam kategori “The Prudent and Firm On Law Enforcement”. Anugerah ini berikan karena Jaksa Agung ST Burhanuddin memimpin Kejaksaan sebagai Lembaga Penegak Hukum paling dipercaya masyarakat.
Jaksa Agung ST Burhanuddin dinilai khususnya selama era reformasi, telah berhasil membawa Kejaksaan meraih tingkat kepercayaan publik tertinggi dalam Sejarah. Penganugerahan ini merupakan tradisi tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-13.
Lalu siapakah sosok yang mendapatkan Anugerah Jaksa Agung Terbaik ini? Berikut penjelasannya.
Sanitiar Burhanuddin adalah Jaksa Agung pada Kejaksaan Republik Indonesia dan Guru Besar tidak tetap Fakultas Universitas Jenderal Soedirman. ST Burhanuddin juga merupakan adik dari politikus PDIP Tubagus Hasanudin yang merupakan mantan calon gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 lalu.
Pria yang lahir pada tangga 17 Juli 1954 ini, terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Pada tanggal 23 Oktober 2019 ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Jaksa Agung dan masih menjabat hingga saat ini.
Burhanuddin mengawali kariernya sebagai staf Kejaksaan Tinggi Jambi sejak tahun 1989. Lulusan Universitas 17 Agustus Semarang ini kemudian mengikuti pendidikan pembentukan jaksa dan beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri sejumlah daerah, mulai dari Cilacap hingga Bangko (Jambi).
Pada tahun 2007 Burhanuddin menjabat Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung. Kemudian berlanjut sebagai Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara pada tahun 2008 hingga tahun 2009.
Kariernya terus melejit hingga pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat serta Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Burhanuddin cukup fokus pada penanganan kasus korupsi, saat menjabat sebagai Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada tahun 2010.
Pada November 2010 silam, Ia mengumpamakan korupsi seperti kentut, ada baunya tetapi tidak ada bentuknya. Tugasnya di kejaksaan adalah untuk membuktikan bentuk itu.
Saat itu, Burhanuddin juga sempat menangani perkara korupsi yang menjerat mantan Bupati Gowa almarhum Ichsan Yasin Limpo. Ichsan merupakan adik kandung Syahrul Yasin Limpo, eks Gubernur Sulawesi Selatan yang ditunjuk Jokowi sebagai menteri pertanian periode 2019-2024.
Ia terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (jamdatun) pada 2011-2014. ST Burhanuddin pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Hutama Karya (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. SK-132/MBU/8/2015 pada tanggal 4 Agustus 2015.
Burhanuddin pernah menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Kariernya dimulai ketika dia menjadi staff di Kejaksaan Tinggi Jambi pada tahun 1989. Pada 1999, lelaki kelahiran Cirebon ini dipercaya menjadi Kepala Kejaksaaan Negeri B Kejari Bangko hingga tahun 2001.
- SD Negeri Talaga, Majalengka
- SMP Negeri Talaga, Majalengka
- SMEA Negeri Magelang
- Sarjana Hukum Pidana Universitas Agustus Semarang
- Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jakarta
- Doktor, Universitas Satyagama



